Rabu, 19 April 2017

Laporan Hasil Wawancara Usaha Menengah Pabrik Roti Selai

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT  yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah – Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan hasil wawancara kami. Dari hasil wawancara yang telah kami lakukan di Produksi Roti”BAROKAH”, kami mendapatkan banyak pengetahuan dalam bidang wirausaha yang tidak ternilai harganya. Dan dengan bersumber dari hal – hal tersebut akhirnya menjadi dasar dan bahan bagi penyusunan laporan ini.
Laporan hasil wawancara ini dapat terselesaikan dengan adanya bantuan dari pihak pembimbing materi yaitu pengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas XII, Ibu SUKERININGSIH yang telah mengarahkan kami untuk membuat laporan hasil wawancara dengan benar. Kemudian juga kami ucapkan terimakasih kepada pemilik  Produksi Roti yaitu Bapak ULUM  karena telah meluangkan waktunya untuk menyampaikan informasi kepada kami sehingga kami dapat menyusun laporan hasil wawancara ini. Serta tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada teman – teman yang telah menyusun laporan hasil wawancara sebelumnya karena telah memberi kami inspirasi untuk membuat laporan hasil wawancara ini.
Kami menyadari bahwa laporan ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi penyempurnaan penyusunan laporan selanjutnya. Kami juga berharap tugas wawancara maupun laporan hasil wawancara ini dapat berguna dan bermanfaat bagi para pembaca
                                                                                   
                                                                                    Megang Sakti,             September 2016



                                                                                                            Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................   ii
DAFTAR ISI..........................................................................................................    iii
BAB I PENDAHULUAN
   A.    Latar Belakang.............................................................................................   1
   B.     Rumusan Masalah........................................................................................   1
   C.     Tujuan Penulisan..........................................................................................   2
BAB II PEMBAHASAN
   A.    Hasil Pengamatan Karya Ilmiah.................................................................    3
    B.     Foto Pengamatan........................................................................................    6
   C.     Manfaat Mengkonsumsi Roti.....................................................................    7
BAB III PENUTUP
   A.    Kesimpulan...............................................................................................      8
   B.     Saran........................................................................................................       8
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................      9
BAB I
PENDAHULUAN

   A.    Latar Belakang
Roti adalah makanan yang terbuat dari tepung terigu, air, dan ragi yang pembuatannya melalui tahap pengulenan, fermentasi (pengembangan), dan pemanggangan dalam oven. Bahan dan proses yang dilaluinya membuat roti memiliki tekstur yang khas. Dilihat dari cara pengolahan akhirnya, roti dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu roti yang dikukus, dipanggang, dan yang digoreng. Bakpao dan mantao adalah contoh roti yang dikukus. Donat dan panada merupakan roti yang digoreng. Sedangkan aneka roti tawar, roti manis, pita bread, dan baquette adalah roti yang dipanggang.
Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan roti dapat digolongkan bahan utama dan bahan pembantu. Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan roti adalah tepung terigu, air, ragi roti, dan garam. Tepung terigu mengandung dua macam protein yang memegang peranan penting dalam pembuatan roti, yaitu protein gluten berfungsi menentukan struktur produk roti dan memberikan kekuatan pada adonan untuk menahan gas dari aktivitas ragi, dan glutenin memberikan elastisitasdan kekuatan untuk perenggangan terhadap gluten. .
Berdasarkan formulasi adonan roti dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu adonan roti manis, roti tawar dan adonan soft rolls. Adonan roti manis adalah adonan yang dibuat dari formulasi yang banyak menggunakan gula, lemak dan telur. Adonan roti tawar adalah adonan roti yang mengunakan sedikit tanpa gula, susu skim dan lemak. Sedangkan adonan soft roll adalah adonan roti yang dibuat dari formula yang menggunakan gula dan lemak relatif lebih banyak dari adonan roti tawar.

   B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana asal usul berdirinya pabrik roti?
2.      Apa yang membuat berbeda dari roti yang lain?
3.      Bagaimana cara pembuatannya?
4.      Apa manfaat mengkonsumsi roti?




  C.    Tujuan Penulisan
1.      Sebagai pengetahuan umum tentang makanan.
2.      Sebagai sebuah referensi sehingga bisa mengerti tentang jenis – jenis makanan.
3.      Untuk memberikan wawasan, pengetahuan, dan pembelajaran tentang cara pembuatan roti.























BAB II
PEMBAHASAN

   A.    Hasil Pengamatan Karya Ilmiah
-          Nama Industri                   : Pabrik Roti Barokah
-          Jenis Produk                      : Roti
-          Tanggal Wawancara          : 01 September 2016
-          Sejarah Industri                 : Pemilik pabrik ini bernama Pak Ulum yang beralamatka di Talang Ubi Megang Sakti. Awal berdirinya yaitu pada tanggal 20 September 2012 karena dia sudah berpengalaman dalam membuat roti dan ia berfikir untuk bisa mempunyai usaha sendiri tanpa bekerja dengan orang lain dan ia menabung untuk mendapatkan modal sendiri barulah ia membuka pabrik itu dan karena ia juga bakat dalam membuat roti.

-          Bahan Utama                    :
Tepung terigu dan selai coklat atau srikaya

-          Bahan Pendukung             :
Minyak makan, kalsium, gula, garam, farnipan dan air.

-          Alat – alat                         :
1.      Bak
2.      Mangkuk
3.      Open
4.      Molen (pengaduk adonan)
5.      Nampan pemanggang
6.      Dan peralatan lainnya yang diperlukan

-          Tehnik dan Prosedur         :
1.      Belanja untuk membuat bahan – bahan. Seperti :
a.       Minyak makan      4 kg
b.      Garam                   2 sendok makan
c.       Tepung terigu        20 kg
d.      Kalsium                 13 sendok makan
e.       Farnipan                13 sendok makan
2.      Siapkan bahan dan masukkan semua bahan sesuai dengan takaran.
3.      Aduk semua bahan sampai merata menggunakan air dalam bak dengan manual.
4.      Tunggu beberapa jam sampai adonan mengembang dan siap dicetak
5.      Kemudian cetak roti (dismoli) dan satu persatu cetakan roti dimasukkan selai coklat atau srikaya
6.      Setelah siap diamkan lagi hingga adonan mengembang dalam nampan pemanggang.
7.      Setelah mengembang panggang roti sampai beberapa menit
8.      Angkat roti yang telah matang. Setelah dingin roti dikemas dan siap dijual.

-          Produksi Secara Umum    :
Produksi secara umum dengan pembuatan roti lainnya yaitu sama – sama dicetak dan menggunaka alat atau manual

-          Tehnik Khusus                  :
Yaitu pada pencetakannya dia mencetak roti dengan cara manual yaitu di smoll hingga berbentuk bulat – bulat beda dari bentuk – bentuk roti yang lain.

-          Sejarah atau Motivasi Perusahaan :
a.       Ingin mempunyai usaha sendiri.
b.      Ingin menciptakan lapangan kerja baru.

-          Jumlah Pekerja                  :
Jumlah pekerjanya yaitu 4 orang karyawan. 2 orang pemilik pabrik 2 orang lain karyawan.

-          Pasar Sasaran                    :
Hampir seluruh Musi Rawas



-          Kegagalan                         :
Kegagalan yang dialami pabrik ini adalah ketika roti yang ia jual tidak laku maka akan dikembalikan lagi oleh tok tersebut artinya roti tersebut telab Basi karena rotinya hanya bertahan 1 minggu (alami tidak menggunakan pengawet).

-          Keberhasilan                     :
Dihitung dalam satu bulan
Daftar belanja (pengeluaran) :
a.       Minyak makan            60 kg               Rp. 840.000
b.      Tepung terigu              300 kg             Rp. 1.500.000
c.       Garam                         1 pak               Rp. 10.000
d.      Farnipan                      2 kg                 Rp. 60.000
e.       Kalsium                       2 kg                 Rp. 60.000
                                                                                    +
                                                Rp. 2.470.000

Pemasukkan         : Dalam satu kali pembuatan pabrik ini mendapatkan 230 bungkus roti. Dalam satu bulan pabrik ini membuat roti 15 hari karena 1 hari membuat roti dan 1 hari irdr dan seterusnya. Harga 1 bungkus roti yaitu berkisar Rp. 4.000.00,-  jadi dalam 1 bulan dapat terjual 3.450 bungkus roti.
     3.450 bungkus X 4.000.00,-   = 13. 800. 000,-
Jadi pemasukkan Rp. 13. 800. 000,-
Pengeluaran          Rp. 2. 470.000,-
                                                             +
                             Rp. 11. 330.000,-
Dan membayar gaji karyawan satu karyawan Rp. 700. 000,- jadi Rp. 11. 330. 000,-  – 1. 400. 000,- = 9. 930.000,-
Jadi keuntungan bersihnya yaitu Rp 9. 930.000,- /perbulan. Jadi pabrik ini mengalami keuntungan.





   B.     Foto Pengamatan
       
            Roti yang sudah matang                       Karyawan sedang memanggang roti

        
            Roti yang masih mentah                                 Tumpukan nampan roti

          
               Pemanggangan roti                                                  Selai srikaya

     
     Tumpukan nampan roti                                          Roti siap jual

          
                        Tepung terigu                                                              Minyak sayur



C.    Manfaat Mengkonsumsi Roti
Manfaat roti diperkaya dengan berbagai macam zat gizi, sebut sajabeta karoten, thiamin (vit B1), riboflavin (vit B2), niasin, serta sejumlah mineral berupa zat besi, iodium, kalsium dan sebagainya. Roti juga diperkaya dengan asam amino tertentu untuk meningkatkan mutu protein bagi tubuh. Menurut Dr. Clara, M. Kusharto MS, dari Departemen Gizi Institut Pertanian Bogor, kandungan protein yang terdapat dalam roti mencapai 9,7%, lebih tinggi ketimbang nasi yang hanya 7,8%. Selain itu tidak seperti nasi yang hanya memiliki kadar pati 4-8%, dalam roti terdapat 13% pati. Empat iris roti, roti tawar akan menghasilkan kalori yang setara dengan sepiring nasi


BAB III
PENUTUP

   A.    Kesimpulan

            Roti adalah produk makanan yang terbuat dari fermentasi tepung terigu dengan ragi atau bahan pengembang lainnya kemudian di panggang. Bahan pembuatan roti terdiri dari bahan baku dan bahan penunjang.
            Bahan baku meliputi terigu. Terigu yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan roti adalah tepung terigu yang memiliki kadar protein tinggi, karena memerlukan air lebih banyak agar gluten yang terbentuk dapat menyinpan gas sebanyak – banyaknya sehingga didapatkan volume yang besar. Akan tetapi roti akan menjadi alot sehingga perlu diimbangi dengan penambahan pemakainan bahan – bahan lain yang berfungsi untuk mengempukkan roti seperti gula, margarine dan kuning telur. Ada cara yang sering digunakan agar roti yang dihasilkan tidak alot yaitu mencampur tepung terigu protein tinggi dengan tepung terigu protein sedang. Tujuannya agar kadar protein terigu turun sehingga roti yang dihasilkan dengan tekstur yang lebih lembut. Pengadukan adonan roti tidak hanya sekedar mengaduk saja tetapi kadar protein yang terkandung di dalam tepung terigu harus diperhatikan dan pemberian energy saat pengadukan juga disesuaikan.
            Bahan penunjang dalam pembuatan roti adalah air, garam, farnipan, gula, dll. Air berfungsi mengikat protein terigu sehingga membentuk gluten dan sebagai pelarut bahan penunjang lainnya (garam, gula, dan sebagainya).
            Pencampuran adonan disertai dengan suatu kenaikan suhu massa adonan terukur.  Sumber panas terutama berasal dari tenaga ang dilepaskan oleh hidrasi tepung dn panas yang dihasilkan oleh adanya geseran selama pencampuran mekanis dari adonan.

   B.     Saran
            Dalam melakukan seuatu kegiatan kita harus bekerja keras, tidak boleh mengeluh, percaya diri bahwa kita bisa, jangan putus asa, selalu optimis, dan harus berani dalam mengambil suatu keputusan. Harus berani untuk mencoba sesuatu yang baru dan jangan pernah takut untuk gagal dalam melakukan sesuatu karena kegagalan bukan akhir dari segalanya tapi awal dari kesuksesan.

DAFTAR PUSTAKA







Tidak ada komentar:

Posting Komentar