Kamis, 15 Juni 2017

Makalah pembuatan es campur, makalah pembuatan empek - empek, makalah pembuatan risoles

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Kami panjatkan puji syukur atas kehadiran-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan inayah-Nya kepada kami, sehimgga kami dapat menyelesaikan makalah tentang “Tugas Praktek Prakarya Pembuatan Empek – empek, Risoles dan Es Campur”.
Makalah ini disusun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga memperlancar pembuatan makalah ini. Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.

Megang Sakti, 15 Juni 2017

Penyusun,

 DAFTAR ISI

COVER.........................................................................................................................         i
KATA PENGANTAR.................................................................................................          ii
DAFTAR ISI................................................................................................................          iii
BAB I PENDAHULUAN
            1.1. Latar Belakang..........................................................................................           1
            1.2. Rumusan Masalah.....................................................................................           2
            1.3. Tujuan Makalah........................................................................................           2

BAB II PEMBAHASAN
            2.1. Pengertian dan Sejarah Empek – empek, Risoles dan Es Campur...........           3
            2.2. Alat dan Bahan Pembuatan Empek – empek, Risoles dan Es campur.....           4
            2.3. Cara Pembuatan Empek – empek, Risoles, dan Es Campur......................          5
            2.4. Kelemahan dan Kelebihan Produksi..........................................................          7
            2.5. Harga Modal, Harga Jual Serta Keuntungan Produksi.............................           7
            2.6. Dokumentasi Pembuatan Empek – empek, Risoles dan Es Campur serta
       Pemasarannya.............................................................................................         8

BAB III PENUTUP
            3.1. Kesimpulan................................................................................................          11
            3.2. Saran..........................................................................................................          11

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................         12BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Berbicara mengenai kekayaan Indonesia, memang tidak akan pernah ada habisnya. Beragam budaya, kekayaan alam, sampai aneka macam kuliner tradisional, menjadi potensi bisnis yang sangat menguntungkan bagi masyarakatnya.Dulu kewirausahaan hanya dapat dilakukan melalui pengalaman langsung dilapangan dan merupakan bakat yang dibawa sejak lahir yang dengan demikian kewirausahaan tidak dapat dipelajari dan diajarkan. Di era globalisasi ini, semakin maraknya bisnis dibidang kuliner karena keuntungan yang cukup menggiurkan membuat masyarakat sudah mulai banyak yang membuka usaha di bidang kuliner.Usaha Kuliner juga melihat bahwa manusia tidak akan terlepas dari makanan yang merupakan kebutuhan dasar manusia. Apalagi makanan yag sudah menglegendaris di wilayah tertentu, sudah pasti sangat di minati oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu penulis memilih makanan tradisional yang sudah sangat terkenal untuk tugas praktek. Yaitu “Empek – Empek”, Risoles dan Es Campur.
Pempek atau empek-empek adalah makanan khas Palembang yang terbuat dari daging ikan yang digiling lembut dan tepung kanji (secara salah kaprah sering disebut sebagai "tepung sagu"), serta beberapa komposisi lain seperti telur, bawang putih yang dihaluskan, penyedap rasa dan garam. Sebenarnya sulit untuk mengatakan bahwa penganan pempek pusatnya adalah di Palembang karena hampir semua daerah di Sumatera Selatan memproduksinya.
Risoles (bahasa Belandarissole) adalah pastri berisi daging, biasanya daging cincang, dan sayuran yang dibungkus dadar, dan digoreng setelah dilapisi tepung panir dan kocokan telur ayam.
            Es Campur adalah varian dari es buah hanya saja dalam Es Campur di tambahkan roti, rumput laut dan cincau.
            Penulis memilih empek – empek, risoles dan es campur untuk tugas praktek selain karena sudah menglegendaris juga karena kandungan yang ada pada makanan tersebut sangat baik untuk tubuh, terutama protein yang ada dalam empek – empek, juga sayuran yang ada pada isi risoles dan buah yang ada pada es campur. Penulis akan menjelaskan lebih lanjut pada baba berikutnya.


1.2. Rumusan Masalah
1.      Bagaimana Sejarah Empek – Empek dan Risoles?
2.      Apa saja alat dan bahan pembuatan Empek – empek, Risoles dan Es Campur?
3.      Bagaimana cara pembuatan Empek – empek, Risoles dan Es Campur?
4.      Apakah ada kelemahan dan kelebihan dalam memproduksikan Empek – Empek, Risoles dan Es Campur?
1.3. Tujuan Makalah
1.      Untuk memenuhi tugas praktek Prakarya.
2.      Untuk mengetahui sejarah Empek – empek, Risoles, dan Es Campur.
3.      Untuk mengetahui alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan Empek – empek, Risoles, dan Es Campur.
4.      Untuk mengetahui cara Pembuatan Empek – empek, Risoles dan Es Campur.
5.      Untuk mengetahui cara pemasaran produk.
6.      Untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang makanan tradisional.





















BAB II
PEMBAHASAN


2.1. Pengertian dan Sejarah Empek – empek, Risoles dan Es Campur
            Menurut sejarahnya, mpek-mpek / pempek telah ada di Palembang sejak masuknya perantau Cina ke Palembang, yaitu di sekitar abad ke-16, saat Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa di kesultanan Palembang-Darussalam. Nama pempek atau empek-empek diyakini berasal dari sebutan “apek”, yaitu sebutan untuk lelaki tua keturunan Cina.
Berdasar cerita rakyat, sekitar tahun 1617 seorang apek berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan (tepian Sungai Musi) merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi. Hasil tangkapan itu belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik, hanya sebatas digoreng dan dipindang. Si apek kemudian mencoba alternatif pengolahan lain. Ia mencampur daging ikan giling dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru. Makanan baru tersebut dijajakan oleh para apek dengan bersepeda keliling kota. Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan “pek … apek”, maka makanan tersebut akhirnya dikenal sebagai pempek atau empek-empek.
Risoles (bahasa Belandarissole) adalah pastri berisi daging, biasanya daging cincang, dan sayuran yang dibungkus dadar, dan digoreng setelah dilapisi tepung panir dan kocokan telur ayam.
Risoles dulunya disebut roinsolles, mulai dikenal pada abad ke-13.  Pada waktu itu, makanan ini hanya sekadar panekuk yang digoreng di penggorengan memakai mentega atau lemak sapi/lemak babi. Pada perkembangan berikutnya, makanan ini barulah diisi dengan daging cincang.
Dalam istilah kuliner Perancis, verba rissoler berarti menjadikan coklat. Sebuah rissole selalu dibungkus oleh pastri gelembung atau sejenisnya, biasanya digoreng, tetapi kadang-kadang dipanggang di oven. Rasa rissole dapat asin atau manis. Rasa manis didapat dengan menaburinya dengan gula halus dan melengkapinya dengan saus buah.
            Sedangkan Es campur belum jelas bagaimana sejarahnya, akan tetapi es campur di buat dari berbagai varian irisan buah segar dan di tambahkan potongan roti tawar serta rumput laut dan cincau.




2.2. Alat dan Bahan Pembuatan Empek – empek, Risoles dan Es Campur
1.      Alat dan Bahan Pembuatan Empek – empek
a.       Alat
-          Wajan
-          Baskom
-          Spatula
-          Sutil
-          Dandang kecil
-          Cobek
b.      Bahan
-          Tepung terigu
-          Sagu
-          Minyak goreng
-          Mie telur
-          Bawang merah
-          Bawang putih
-          Cabai
2.      Alat dan Bahan Pembuatan Risoles
a.       Alat
-          Wajan penggoreng
-          Spatula
-          Sutil
-          Baskom
b.      Bahan
-          Gandum
-          Sagu
-          Wortel
-          Kentang
-          Telur
-          Daun sop atau daun bawang
-          Minyak goreng
-          Bawang putih
-          Bawang merah

3.      Alat dan Bahan Pembuatan Es Campur
a.       Alat
-          Mangkuk
-          Sendok sop
b.      Bahan
-          Gula putih
-          Santan
-          Nangka
-          Cincau
-          Pepaya
-          Marjan

2.3. Cara Pembuatan Empek – empek, Risoles dan Es Campur
1.      Cara Membuat Empek – empek dan Cuka
1)      Cara membuat empek – empek isi mie telur
·         Rebuslah air beserta garam, bawang putih halus dan kaldu bubuk hingga mendidih kemudian kecilkan apinya
·         Masukan tepung terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk terus dengan kuat(gunakan spatula) jangan sampai menggummpal hingga menjadi bubur kental
·         Masukan tepung sagu dan telurnya kemudian uleni hingga kalis
·         Ambil sedikit adonan kemudian bentuk mencekung dan isilah dengan mie telur.
·         Jika sudah semuanya rebuslah hingga matang yang biasanya akan mengapung, kemudian angkat dan tiriskan
·         Gorenglah hingga berubah warna kekuningan
2)      Cara membuat cuka Empek – empek
·         Didihkan air dan gula merah, asam jawa, air, dan cuka dengan api kecil , setelah gula larut, angkat lalu saring.
·         Masukkan bawang putih, ebi, cabai rawit, garam, dan tongcai.
·         Memasukkan cabai, garam sebaik nya sambil di cicip, disesuaikan dengan selera.
·         Didihkan kembali lalu angkat.


2.      Cara Membuat Risoles
·         Terlebih dahulu buat adonan isinya yang terdiri dari potongan wortel dan kentang yang berbentuk kubus super kecil, dan bahan isian lainnya
·         Tuangkan minyak ke dalam wajan penggorengan, kemudian tumis bawang putih sampai harum. Masukkan cincangan daging yang telah dipersiapkan sebelumnya, kemudian tumis hingga dagingnya berubah warna. Setelah itu, masukkan sayuran dan tambahkan sedikit air.
·         Tambahkan garam, merica bubuk, dan juga gula, kemudian tumis kembali hingga sayurannya matang. Cicipi terlebih dahulu rasanya, apakah sudah pas atau belum. Jika sudah pas, tambahkan seledri, masak sebentar, angkat dan sisihkan.
·         Untuk kulit risolesnya, campurkan bahan-bahannya seperti tepung, garam, telur dan beri susu atau air sedikit demi sedikit sambil diaduk-aduk hingga licin. Selepas itu, tambahkan margarin cair, dan aduk kembali hingga adonan tercampur rata.
·         Panaskan wajan anti lengket/ teflon, tambahkan sedikit margarin, dan biarkan hingga meleleh dengan sendirinya. Tuangkan satu sendok sayur kecil adonan ke dalam wajan, lalu ratakan seperti gambar berikut ini. Masak sebentar hingga kulitnya matang, angkat, dan sisihkan.  Untuk proses memasak selanjutnya, permukaan wajan tidak perlu diolesi margarin lagi.
·         Lakukan hal tersebut sampai adonannya habis. Biasanya satu adonan ini dapat menghasilkan kurang lebih 25 lembar, tergantung ukuran kulit risolesnya.
·         Setelah itu, buat adonan pelapisnya dengan cara mencampurkan tepung terigu dengan air, kemudian aduk rata, dan sisihkan.
·         Ambil selembar kulit risoles, pipihkan, lalu tuangkan satu sendok makan isi risoles di atasnya. Kemudian lipat tepi bawah, lalu lipat kiri dan kanan, kemudian gulung. Setelah itu, lem ujungnya menggunakan bahan pelapis yang sudah disiapkan sebelumnya.
·         Setelah itu, celupkan tiap gulungan risoles yang sudah anda buat tadi ke dalam adonan pelapis, lalu gulingkan ke tepung roti. Lakukan hal tersebut hingga semua gulungan risolesnya habis.
·         Setelah itu, goreng sampai matang dan berwarna kekuningan, kemudian angkat dan sajikan. 
3.      Cara Membuat Es Campur
·         Siapkan alat dan bahan pembuatan.
·         Masukkan buah, cincau, rumput laut dan potongan roti ke dalam mangkuk.
·         Lalu tuangkan sedikit sirup marjan, susu dan air gula putih.
·         Terakhir siram santan di atasnya dan juga kasih batu es untuk membuat es campur lebih segar.

2.4. Kelemahan dan Kelebihan Produksi
Kelemahan atau kendala dalam produksi ini adalah sulitnya mendapatkan pembeli dan harus bersaing  dengan produksi lain yang lebih dulu dan lebih profesional.

Sedangkan kelebihannya yaitu mudahnya mencari tempat yang strategis untuk berjualan karena lokasinya dekat dengan pasar tradisional yang setiap hari ramai di kunjungi masyarakat dari berbagai wilayah desa dan dari seluruh kalangan.

2.5. Harga Modal, Harga Jual Serta Keuntungan Produksi
Harga modal yang dikeluarkan dalam produksi ini Yaitu 150.000,- Dan harga jual yaitu untuk empek – empek 1000,- per biji, untuk risoles juga 1000,- per biji sedangkan untuk es campur terdapat dua harga, untuk gelas kecil seharga 3.000,- dan untuk gelas besar seharga 5.000,-. Dalam hasil penjualan di dapat uang sebesar 175.000,- itu berarti dalam produksi ini di dapat keuntungan 25.000,-. Bukan keuntungan yang besar namun penulis mendapat wawasan, pengetahuan serta pengalaman baru dalam memproduksi sesuatu, serta belajar menjadi pengusaha kecil.









2.6. Dokumentasi Pembuatan Empek – Empek, Risoles, Es campur dan Pemasarannya di pasaran






















BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Dalam usaha mpek-mpek, Risoles dan Es Campur yang letak usahanya yang strategis banyak memberikan dampak terhadap usaha ini yaitu banyaknya pengunjung yang melihat , datang dan membeli maupun memesan mpek-mpek, hanya saja karena baru pertama membuka usaha ini jadi masyarakat belum mengenal dan tahu tentang leta lokasi usaha ini namus seiring berjalannya waktu usaha ini pada akhirnya dikenal juga oleh masyarakat sekitar.

3.2. Saran
Saran yang ingin kami sampaikan yaitu semoga dalam tugas praktek prakarya selanjutnya kegiatan Praktek Lapangan ini tetap bisa dilaksanakan dan ditingkatkan lebih lagi. Karena sangat bermanfaat bagi para siswa yang ingin menjadi seorang wirausaha yang handal. Kegiatan ini dapat menjadi proses awal bagi msiswa sebelum terjun langsung di dunia bisnis. Dan peluang bisnis yang mungkin sangat potensial di lingkungan Megang Sakti adalah bisnis Kuliner, sehingga perlu dilanjutkan secara continue. Usaha ini dijalankan secara berkelompok jadi agar usaha ini berjalan dengan baik perlu adanya kerja tim (team work) yang baik antara sesama anggota kelompok serta dibutuhkannya kesabaran dalam melayani konsumen ataupun pelanggan.













DAFTAR PUSTAKA