Rabu, 19 April 2017

Laporan Hasil Wawancara Usaha Menengah Pabrik Roti Selai

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT  yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah – Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan hasil wawancara kami. Dari hasil wawancara yang telah kami lakukan di Produksi Roti”BAROKAH”, kami mendapatkan banyak pengetahuan dalam bidang wirausaha yang tidak ternilai harganya. Dan dengan bersumber dari hal – hal tersebut akhirnya menjadi dasar dan bahan bagi penyusunan laporan ini.
Laporan hasil wawancara ini dapat terselesaikan dengan adanya bantuan dari pihak pembimbing materi yaitu pengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas XII, Ibu SUKERININGSIH yang telah mengarahkan kami untuk membuat laporan hasil wawancara dengan benar. Kemudian juga kami ucapkan terimakasih kepada pemilik  Produksi Roti yaitu Bapak ULUM  karena telah meluangkan waktunya untuk menyampaikan informasi kepada kami sehingga kami dapat menyusun laporan hasil wawancara ini. Serta tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada teman – teman yang telah menyusun laporan hasil wawancara sebelumnya karena telah memberi kami inspirasi untuk membuat laporan hasil wawancara ini.
Kami menyadari bahwa laporan ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi penyempurnaan penyusunan laporan selanjutnya. Kami juga berharap tugas wawancara maupun laporan hasil wawancara ini dapat berguna dan bermanfaat bagi para pembaca
                                                                                   
                                                                                    Megang Sakti,             September 2016



                                                                                                            Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................   ii
DAFTAR ISI..........................................................................................................    iii
BAB I PENDAHULUAN
   A.    Latar Belakang.............................................................................................   1
   B.     Rumusan Masalah........................................................................................   1
   C.     Tujuan Penulisan..........................................................................................   2
BAB II PEMBAHASAN
   A.    Hasil Pengamatan Karya Ilmiah.................................................................    3
    B.     Foto Pengamatan........................................................................................    6
   C.     Manfaat Mengkonsumsi Roti.....................................................................    7
BAB III PENUTUP
   A.    Kesimpulan...............................................................................................      8
   B.     Saran........................................................................................................       8
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................      9
BAB I
PENDAHULUAN

   A.    Latar Belakang
Roti adalah makanan yang terbuat dari tepung terigu, air, dan ragi yang pembuatannya melalui tahap pengulenan, fermentasi (pengembangan), dan pemanggangan dalam oven. Bahan dan proses yang dilaluinya membuat roti memiliki tekstur yang khas. Dilihat dari cara pengolahan akhirnya, roti dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu roti yang dikukus, dipanggang, dan yang digoreng. Bakpao dan mantao adalah contoh roti yang dikukus. Donat dan panada merupakan roti yang digoreng. Sedangkan aneka roti tawar, roti manis, pita bread, dan baquette adalah roti yang dipanggang.
Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan roti dapat digolongkan bahan utama dan bahan pembantu. Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan roti adalah tepung terigu, air, ragi roti, dan garam. Tepung terigu mengandung dua macam protein yang memegang peranan penting dalam pembuatan roti, yaitu protein gluten berfungsi menentukan struktur produk roti dan memberikan kekuatan pada adonan untuk menahan gas dari aktivitas ragi, dan glutenin memberikan elastisitasdan kekuatan untuk perenggangan terhadap gluten. .
Berdasarkan formulasi adonan roti dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu adonan roti manis, roti tawar dan adonan soft rolls. Adonan roti manis adalah adonan yang dibuat dari formulasi yang banyak menggunakan gula, lemak dan telur. Adonan roti tawar adalah adonan roti yang mengunakan sedikit tanpa gula, susu skim dan lemak. Sedangkan adonan soft roll adalah adonan roti yang dibuat dari formula yang menggunakan gula dan lemak relatif lebih banyak dari adonan roti tawar.

   B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana asal usul berdirinya pabrik roti?
2.      Apa yang membuat berbeda dari roti yang lain?
3.      Bagaimana cara pembuatannya?
4.      Apa manfaat mengkonsumsi roti?




  C.    Tujuan Penulisan
1.      Sebagai pengetahuan umum tentang makanan.
2.      Sebagai sebuah referensi sehingga bisa mengerti tentang jenis – jenis makanan.
3.      Untuk memberikan wawasan, pengetahuan, dan pembelajaran tentang cara pembuatan roti.























BAB II
PEMBAHASAN

   A.    Hasil Pengamatan Karya Ilmiah
-          Nama Industri                   : Pabrik Roti Barokah
-          Jenis Produk                      : Roti
-          Tanggal Wawancara          : 01 September 2016
-          Sejarah Industri                 : Pemilik pabrik ini bernama Pak Ulum yang beralamatka di Talang Ubi Megang Sakti. Awal berdirinya yaitu pada tanggal 20 September 2012 karena dia sudah berpengalaman dalam membuat roti dan ia berfikir untuk bisa mempunyai usaha sendiri tanpa bekerja dengan orang lain dan ia menabung untuk mendapatkan modal sendiri barulah ia membuka pabrik itu dan karena ia juga bakat dalam membuat roti.

-          Bahan Utama                    :
Tepung terigu dan selai coklat atau srikaya

-          Bahan Pendukung             :
Minyak makan, kalsium, gula, garam, farnipan dan air.

-          Alat – alat                         :
1.      Bak
2.      Mangkuk
3.      Open
4.      Molen (pengaduk adonan)
5.      Nampan pemanggang
6.      Dan peralatan lainnya yang diperlukan

-          Tehnik dan Prosedur         :
1.      Belanja untuk membuat bahan – bahan. Seperti :
a.       Minyak makan      4 kg
b.      Garam                   2 sendok makan
c.       Tepung terigu        20 kg
d.      Kalsium                 13 sendok makan
e.       Farnipan                13 sendok makan
2.      Siapkan bahan dan masukkan semua bahan sesuai dengan takaran.
3.      Aduk semua bahan sampai merata menggunakan air dalam bak dengan manual.
4.      Tunggu beberapa jam sampai adonan mengembang dan siap dicetak
5.      Kemudian cetak roti (dismoli) dan satu persatu cetakan roti dimasukkan selai coklat atau srikaya
6.      Setelah siap diamkan lagi hingga adonan mengembang dalam nampan pemanggang.
7.      Setelah mengembang panggang roti sampai beberapa menit
8.      Angkat roti yang telah matang. Setelah dingin roti dikemas dan siap dijual.

-          Produksi Secara Umum    :
Produksi secara umum dengan pembuatan roti lainnya yaitu sama – sama dicetak dan menggunaka alat atau manual

-          Tehnik Khusus                  :
Yaitu pada pencetakannya dia mencetak roti dengan cara manual yaitu di smoll hingga berbentuk bulat – bulat beda dari bentuk – bentuk roti yang lain.

-          Sejarah atau Motivasi Perusahaan :
a.       Ingin mempunyai usaha sendiri.
b.      Ingin menciptakan lapangan kerja baru.

-          Jumlah Pekerja                  :
Jumlah pekerjanya yaitu 4 orang karyawan. 2 orang pemilik pabrik 2 orang lain karyawan.

-          Pasar Sasaran                    :
Hampir seluruh Musi Rawas



-          Kegagalan                         :
Kegagalan yang dialami pabrik ini adalah ketika roti yang ia jual tidak laku maka akan dikembalikan lagi oleh tok tersebut artinya roti tersebut telab Basi karena rotinya hanya bertahan 1 minggu (alami tidak menggunakan pengawet).

-          Keberhasilan                     :
Dihitung dalam satu bulan
Daftar belanja (pengeluaran) :
a.       Minyak makan            60 kg               Rp. 840.000
b.      Tepung terigu              300 kg             Rp. 1.500.000
c.       Garam                         1 pak               Rp. 10.000
d.      Farnipan                      2 kg                 Rp. 60.000
e.       Kalsium                       2 kg                 Rp. 60.000
                                                                                    +
                                                Rp. 2.470.000

Pemasukkan         : Dalam satu kali pembuatan pabrik ini mendapatkan 230 bungkus roti. Dalam satu bulan pabrik ini membuat roti 15 hari karena 1 hari membuat roti dan 1 hari irdr dan seterusnya. Harga 1 bungkus roti yaitu berkisar Rp. 4.000.00,-  jadi dalam 1 bulan dapat terjual 3.450 bungkus roti.
     3.450 bungkus X 4.000.00,-   = 13. 800. 000,-
Jadi pemasukkan Rp. 13. 800. 000,-
Pengeluaran          Rp. 2. 470.000,-
                                                             +
                             Rp. 11. 330.000,-
Dan membayar gaji karyawan satu karyawan Rp. 700. 000,- jadi Rp. 11. 330. 000,-  – 1. 400. 000,- = 9. 930.000,-
Jadi keuntungan bersihnya yaitu Rp 9. 930.000,- /perbulan. Jadi pabrik ini mengalami keuntungan.





   B.     Foto Pengamatan
       
            Roti yang sudah matang                       Karyawan sedang memanggang roti

        
            Roti yang masih mentah                                 Tumpukan nampan roti

          
               Pemanggangan roti                                                  Selai srikaya

     
     Tumpukan nampan roti                                          Roti siap jual

          
                        Tepung terigu                                                              Minyak sayur



C.    Manfaat Mengkonsumsi Roti
Manfaat roti diperkaya dengan berbagai macam zat gizi, sebut sajabeta karoten, thiamin (vit B1), riboflavin (vit B2), niasin, serta sejumlah mineral berupa zat besi, iodium, kalsium dan sebagainya. Roti juga diperkaya dengan asam amino tertentu untuk meningkatkan mutu protein bagi tubuh. Menurut Dr. Clara, M. Kusharto MS, dari Departemen Gizi Institut Pertanian Bogor, kandungan protein yang terdapat dalam roti mencapai 9,7%, lebih tinggi ketimbang nasi yang hanya 7,8%. Selain itu tidak seperti nasi yang hanya memiliki kadar pati 4-8%, dalam roti terdapat 13% pati. Empat iris roti, roti tawar akan menghasilkan kalori yang setara dengan sepiring nasi


BAB III
PENUTUP

   A.    Kesimpulan

            Roti adalah produk makanan yang terbuat dari fermentasi tepung terigu dengan ragi atau bahan pengembang lainnya kemudian di panggang. Bahan pembuatan roti terdiri dari bahan baku dan bahan penunjang.
            Bahan baku meliputi terigu. Terigu yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan roti adalah tepung terigu yang memiliki kadar protein tinggi, karena memerlukan air lebih banyak agar gluten yang terbentuk dapat menyinpan gas sebanyak – banyaknya sehingga didapatkan volume yang besar. Akan tetapi roti akan menjadi alot sehingga perlu diimbangi dengan penambahan pemakainan bahan – bahan lain yang berfungsi untuk mengempukkan roti seperti gula, margarine dan kuning telur. Ada cara yang sering digunakan agar roti yang dihasilkan tidak alot yaitu mencampur tepung terigu protein tinggi dengan tepung terigu protein sedang. Tujuannya agar kadar protein terigu turun sehingga roti yang dihasilkan dengan tekstur yang lebih lembut. Pengadukan adonan roti tidak hanya sekedar mengaduk saja tetapi kadar protein yang terkandung di dalam tepung terigu harus diperhatikan dan pemberian energy saat pengadukan juga disesuaikan.
            Bahan penunjang dalam pembuatan roti adalah air, garam, farnipan, gula, dll. Air berfungsi mengikat protein terigu sehingga membentuk gluten dan sebagai pelarut bahan penunjang lainnya (garam, gula, dan sebagainya).
            Pencampuran adonan disertai dengan suatu kenaikan suhu massa adonan terukur.  Sumber panas terutama berasal dari tenaga ang dilepaskan oleh hidrasi tepung dn panas yang dihasilkan oleh adanya geseran selama pencampuran mekanis dari adonan.

   B.     Saran
            Dalam melakukan seuatu kegiatan kita harus bekerja keras, tidak boleh mengeluh, percaya diri bahwa kita bisa, jangan putus asa, selalu optimis, dan harus berani dalam mengambil suatu keputusan. Harus berani untuk mencoba sesuatu yang baru dan jangan pernah takut untuk gagal dalam melakukan sesuatu karena kegagalan bukan akhir dari segalanya tapi awal dari kesuksesan.

DAFTAR PUSTAKA







Karya Ilmiah Usaha Menengah Pengusaha Tahu

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT Yang telah memberikan kesehatan serta kesempatan sehingga saya dapat menyelesaikan karya ilmiah ini meksipun belum terlalu sempurna.
Saya juga mengharapkan kritik/saran yang bersifat membangun dari Ibu SUKERININGSIH selaku guru mata pelajaran bahasa indonesia untuk kesempurnaan penyusunan karya ilmiah ini dan  juga terima kasih atas arahan dan bimbingannya, karena tanpa beliau penyusunan karya ilmiah ini tidak akan terselesaikan.
        Saya menyadari bahwa karya ilmiah ini masih memiliki banyak kekurangan, untuk itu kritik dan saran yang konstruktif sangat diharapkan dari para pembaca.
Akhir kata, Saya mengucapkan terima kasih kepada pembaca yang telah meluangkan waktunya untuk membaca karya ilmiah ini. Semoga dengan adanya karya ilmiah ini dapat memperluas wawasan kita semua.


Megang Sakti,             September 2016

                                                                                                      

DAFTAR ISI

Kata Pengantar...........................................................................................................            ii
Daftar Isi.................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang....................................................................................................  1
1.2.Rumusan Masalah................................................................................................ 1
1.3.Tujuan Penelitian..................................................................................................1
1.4.Manfaat Penelitian............................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1. Hasil Pengamatan Karya Ilmiah......................................................................... 2
2.2. Dokumentasi Pembuatan Tahu........................................................................... 5
2.3. Informasi Tentang Tahu...................................................................................    6
BAB III PENUTUP
3.1. Kesimpulan........................................................................................................  7
3.2. Saran..................................................................................................................  7
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................  8

                                                                           BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

            Seperti yang kita ketahui bersama, Indonesia memiliki Negara agraris yang subur beriklim tropis, sehingga sebagian penduduk Indonesia dapat memanfaatkannya dengan menanam berbagai jenis tanaman yang memenuhi kebutuhan pokok manusia. Salah satunya adalah kacang kedelai. Dimana kacang kedelai tersebut banyak mengandung gizi yang sangat dibutuhkan bagi kesehatan jasmani. Selain dapat dikonsumsi kedelai juga dapat diolah menjadi berbagai macam makanan misalnya tahu.
                    Salah satu pembuatan tahu yang masih bisa dilihat di tempat ini misalnya usaha tahu yang berada di Kec. Megang Sakti yaitu di Desa Megang Sakti II yang merupakan usaha yang dimiliki dan dikembangkan oleh Bapak Karsi dan Ibu Sutilah. Mereka adalah orang yang pertama kali mendirikan usaha tahu. Tujuan mereka mendirikan usaha ini adalah untuk mencari nafkah guna meningkatkan perekonomian.

1.2.Rumusan Masalah

1.      Bagaimana tata cara pembuatan tahu yang baik dan benar?
2.      Bagaimana cara memasarkan tahu kepasaran?
3.      Apa saja kendala yang sering dihadapai oleh pengusaha tahu?
4.       
1.3.Tujuan Penelitian

1.      Untuk mengetahui tata cara pembuatan tahu yang baik dan benar.
2.      Mengetahui tata cara penjualan tahu ke pasaran.
3.      Untuk mengetahui masalah-masalah yang sering dihadapi oleh pengusaha dalam pembuatan tahu.

1.4. Manfaat Penelitian
1.      Sebagai bekal atau pegangan apabila suatu hari nanti kita ingin mengembangkan atau membuka usaha sendiri.
2.      Sebagai bahan informasi baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat tentang tahu.
3.      Memperoleh pengetahuan tentang pembuatan tahu serta cara pengembangannya.


BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Hasil Pengamatan Karya Ilmiah
-          Nama Industri                   : Pabrik Tahu Pak KArsi
-          Jenis Produk                      : Tahu Putih dan Tahu Goreng
-          Tanggal Wawancara          : 04 September 2016
Sejarah Industri                       : Bapak Karsi memulai usaha pabrik tahu sejak tahun
                                                2007, beliau mendirikan pabrik tahu karena terinspirasi                                             dari saudaranya yang sukses dalam usaha pabrik tahu.                                              Selain itu, beliau juga melihat peluang besar dari usaha                                                 pabrik tahu karena di daerah Megang Sakti V belum ada                                          prabik pembuatan tahu. Karena usaha beliau, beliaupun                                            menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat                                                     sekitar. Usaha beliau dalam mengeluti usaha pabrik tahu                                           tidaklah mudah. Namun, pada akhirnya beliau                                                             mendapatkan hasil yang cukup memuaskan karena pada                                             saat ini beliau sudah mempunyai pelanggan serta                                                       tengkulak yang berasal dari berbagai desa.
-           
-          Bahan Utama                    :
                                                Kacang kedelai
                                                Vinegar (cuka) warna putih
                                                Kain Belacu (kain bekas karung tepung)
                                                Air secukupnya

-          Alat – alat                         :
                                                Mesin Penggiling
                                                Bak besar       
                                                Gayung
                                                Wajan ukuran besar
                                                Kain belacu atau kain mori kasar
                                                Kotak cetakan
                                                Papan pemberat
-          Tehnik dan Prosedur         :
1.      Plih kedelai yang bersih dan besar ukurannya, kemudian cuci sampai bersih.
2.      Rendam kedelai dalam air bersih selama 8 jam, Usahakan seluruh kedelai tenggelam. Dalam proses perendaman ini kedelai akan mengembang. 
3.      Bersihkan kembali kedelai dengan cara dicuci berkali kali. Usahakan kedelai ini sebersih mungkin untuk menghindari kedelai cepat masam. 
4.      Hancurkan kedelai dengan mesin penggiling dan secara perlahan tambahkan air sedikit-demi sedikit sehingga kedelainya berbentuk bubur. 
5.      Masak bubur kedelai dengan hati-hati pada suhu 70-80 derajat (biasanya ditandai dengan gelembung kecil yang muncul pada kedelai yang dimasak). Ingat untuk menjaga agar kedelai jangan sampai mengental. 
6.      Saring bubur kedelai tersebut bersama batu tahu atau asam cukup, sambil diaduk secara perlahan. Proses ini akan menghasilkan endapan tahu (gumpalan). 
7.      Endapan itu kemudian siap untuk di press dan di cetak sesuai ukuran dan keinginan anda
8.      Taruh di dalam cetakan, kemudian taruh pemberat yang berfungsi untuk menekan ampas supaya kandungan airnya benar-benar habis.
9.      Setelah itu potong tahu membentuk persegi kecil – kecil.
10.  Terakhir keluarkan tahu dari cetakan, dan tahu siap di pasarkan

-          Produksi Secara Umum    :
Mengunakan bahan dan alat yang sama seperti produk lainnya.

-          Tehnik Khusus                  :
Hanya menggunakan kedelai pilihan yang benar benar bagus kualitasnya.

-          Sejarah atau Motivasi Perusahaan :
Ingin mempunyai usaha sendiri.dan ingin menciptakan lapangan kerja baru.

-          Jumlah Pekerja                  :  5 Karyawan

-          Pasar Sasaran                    : Pasar Tradisional, tengkulak, masyarakat sekitar daerah Megang Sakti maupun luar daerah Megang Sakti


-          Keberhasilan                     :
Dihitung dalam satu bulan
Biaya Bahan baku
 1.     Kacang kedelai                               85  kg/hari       Rp.   520.000
3.      Vinegar                                            2 bngks/ hari   Rp.      30.000
5.      Minyak goreng                               10 kg/hari         Rp.      120.000
Total Biaya           :                                                           Rp. 670.000 perhari.

Jadi biaya perbulan adalah 670.000 X 30 hari     : 20.100.000,-
Penghasilan perbulan adalah 35.500.000,-.
Biaya untuk mengaji karyawan adalah 700.000 X 5 karyawan   : 3.500.000,-
Jadi keuntungan bersih dalam satu bulan adalah :
Penghasilan – gaji karyawan – biaya modal        : keuntungan
35.500.000 – 3.500.000 – 20.100.000                 : 11. 900.000,-

Keuntungan – biaya transportasi : keuntungan bersih
                        11.900.000 – 5.000.000,-        : 6.900.000,-
            Jadi Pak Karsi mempunyai keuntungan bersih dalam sebulan adalah Rp. 6.900.000,-









.
2.2. Dokumentasi Pembuatan Tahu

 

 
   


2.3.  Informasi Tentang Tahu
Tahu dibuat dari kacang kedelai yang fermentasikan dan diambil sarinya. Berbeda dengan tempe yang asli Indonesia, tahu berasal dari China, seperti halnya kecap, tauco, bakpau, dan bakso.
Tahu adalah kata serapan dari bahasa Hokkian, tauhu (hanyu pinyin: doufu) yang secara harfiah berarti “kedelai yang difermentasi”. Di Jepang dikenal dengan nama tofu. Dibawa para perantau China, makanan ini menyebar ke Asia Timur dan Asia Tenggara, lalu juga menyebar ke seluruh dunia.
Tahu pertama kali mucul di Tiongkok sejak zaman Dinasti Han  sekitar 2200 tahun yang lalu. Penemunya adalah Liu An yang merupakan seorang bangsawan, cucu Kaisar Han Gaozu Liu Bang yang mendirikan Dinasti Han.
Liu An adalah ilmuan, filosof, penguasa, dan ahli politik. Ia tertarik pada ilmu kimia dan Meditasi Tadiom. Para ahli sejarah berpendapat bahwa kemungkinan besar Liu An melakukan pengenalan makanan non daging melalui tahu. Dan kemungkinan besar Liu An mendapatkan tahu dengan nigari atau air lant dan menjadi kental seperti tahu saat ini.
Tahu kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Berbagai macam kandungan dalam tahu mempunyai nilai obat, seperti antibiotika untuk menyembuhkan infeksi dan antioksidan pencegah penyakit degenerative (aterosklerosis, jantung koroner, diabetes melitus, kanker, dan lain-lain). Selain itu tahu juga mengandung zat antibakteri penyebab diare, penurun kolesterol darah, pencegah penyakit jantung, hipertensi, dan lain-lain.
Komposisi gizi tahu baik kadar protein, lemak, dan karbohidratnya tidak banyak berubah dibandingkan dengan kedelai. Namun, karena adanya enzim pencernaan yang dihasilkan oleh kapang tahu, maka protein, lemak, dan karbohidrat pada tahu menjadi lebih mudah dicerna di dalam tubuh dibandingkan yang terdapat dalam kedelai. Oleh karena itu, tahu sangat baik untuk diberikan kepada segala kelompok umur (dari bayi hingga lansia), sehingga bisa disebut sebagai makanan semua umur.
Sepotong tahu goreng (50 gram) sudah cukup untuk meningkatkan mutu gizi 200 g nasi. Bahan makanan campuran beras-tahu, jagung-tahu, gaplek-tahu, dalam perbandingan 7:3, sudah cukup baik untuk diberikan kepada anak balita.



BAB III
PENUTUP

1.1.Kesimpulan
            Dari makalah yang kami sajikan dan kegiatan penelitian yang kami lakukan mengenai Usaha Pembuatan Tahu, maka dapat kami simpulkan bahwa dalam usaha ini tidak hanya membutuhkan modal tetapi juga membutuhkan ketekunan, pengalaman untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Dengan menekuni usaha ini kita dapat memperoleh tambahan penghasilan dengan modal yang relatif murah.
Usaha ini hanya merupakan usaha sederhana dan merupakan usaha kecil yang tidak membutuhkan orang banyak dalam pembuatannya karena usaha ini hanya sebagai usaha keluarga sehingga yang bekerja hanya terbatas pada anggota keluarga saja.
Usaha ini tidak membutuhkan keahlian khusus dalam pembuatannya karena yang terpenting adalah harus mengikuti prosedur kerja yang baik dan benar agar tahu yang dihasilkan layak untuk dijual dan dikonsumsi.
Setiap usaha mempunyai kendala masing-masing mulai dari yang mudah sampai usaha yang rumit. Begitu juga dengan usaha pembuatan tahu, tetapi dengan kemampuan, keahlian dan semangat untuk maju maka kendala tersebut dapat teratasi.


1.2.Saran
1.      Usaha produksi tahu memang dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi penduduk sekitar. Oleh karena itu,usaha produksi tahu ini lebih dikembangkan.
2.      Limbah dari proses pembuatan tahu seharusnya diolah sebagaimana mestinya,karena limbah tersebut menimbulkan bau busuk dan menggangu kesehatan serta lingkungan masyarakat sekitar.







DAFTAR PUSTAKA

Suwardji, Raden. Cara Pembuatan Tahu Konvensional. Yogyakarta: Penerbit Liberty, 1999.